Rumah Gadai Medan Dibobol Perampok, Kerugian Capai Rp143 Juta

Lima warga Medan, Sumatra Utara, disebut membobol rumah gadai milik PT Budi Gadai Indonesia di Kecamatan Medan Timur, Medan, dan membawa kabur 77 unit ponsel dan 21 unit laptop. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp143 juta.
Para pelaku itu antara lain Hari Fahrizal (38) warga Jalan Sei Kera, Gang Seri, Medan; Romiansyah (34) warga Jalan Sei Kera, Gang Aren, Muhammad Irfan (38) warga Jalan Marendal Pasar 12; Irwansyah (40) warga Jalan Sei Kera, Gang Aren, dan Riki (25) warga Jalan Gurilla, Gang Anyelir.

Kapolsek Medan Timur Kompol M. Arifin menuturnya lima orang itu mulanya merencanakan aksi pencurian dalam pertemuan di salah satu warnet di Jalan HM Yamin. Pada hari-H, para tersangka membongkar kantor tersebut dengan membongkar gembok dan engsel pintu. Mereka berhasil membawa kabur 77 unit ponsel dan 21 unit laptop berbagai merek.

“Barang-barang yang hilang masih status gadaian dari para nasabah PT Budi Gadai Indonesia. Pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp143.850.000,” kata Arifin, Jumat (26/3). Pada Sabtu (20/3), pegawai PT Budi Gadai Indonesia bernama Awi melihat pintu kantor sudah terbuka dengan kondisi engsel pintu dan gembok rusak. Usai memeriksa ke dalam kantor, ia juga melihat kunci serta engsel pintu lantai 2 juga sudah rusak. “Saat diperiksa, ternyata barang-barang nasabah yang disimpan di lantai 2 sudah hilang. Kasus pencurian itu dilaporkan ke Polsek Medan Timur sesuai, Laporan Polisi Nomor: LP/ III/ Resta/Sek Medan Timur, tanggal 20 Maret 2021,” terangnya. Mendapat laporan, polisi lantas melakukan penyelidikan dan menemukan jejak para pelaku. Penangkapan mulanya dilakukan terhadap Muh Irfan di rumahnya, Kamis (25/3). Ia diketahui berperan sebagai pencari tempat penjualan barang curian. Dari penangkapan itu, petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka Irwansyah dan Romiansyah. Pada Jumat (26/3) dini hari, petugas juga menangkap Hari Fahrizal dan Rikki selaku pembeli (penadah) ponsel dan laptop

“Kelima tersangka ditangkap dari masing-masing tempat berbeda,” kata dia. Saat dibawa untuk pengembangan terhadap dua tersangka lagi, Awi menyebut Hari Fahrizal berupaya merampas senjata milik petugas. Ia pun berdalih petugas terpaksa menembak kakinya.

“Tersangka (Hari) merupakan residivis yang pada Agustus 2020 baru keluar dari Rutan Tanjung Gusta terlibat kasus pencurian,” lanjut Awi, yang merupakan eks Kasi Propam Polrestabes Medan itu.

Dari para tersangka, petugas menyita barang bukti 7 ponsel Android, 2 ponsel kecil, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio GT dengan nomor polisi BK 3636 ADQ, dan uang tunai Rp850 ribu sisa uang hasil kejahatan.